Rabu, Mei 14, 2008

Anakmu bukanlah anakmu

Anakmu bukan milikmu
Mereka adalah putra-putri sang hidup,
yang rindu akan dirinya sendiri
Mereka lahir lewat engkau tetapi bukan dari engkau
Mereka ada padamu, tetapi bukan milikmu
Berilah mereka kasih sayang,
namun jangan berikan pemikiranmu
Karena pada mereka ada alam pikiran sendiri
Patut kau berikan rumah bagi raganya,
namun tidak bagi jiwanya
Sebab jiwa mereka adalah penghuni rumah masa depan
yang tiada dapat kau kunjungi,
sekalipun dalam mimpimu
Engkau boleh berusaha menyerupai mereka,
namun tidak boleh membuat mereka menyerupai engkau
Sebab kehidupan tidak pernah berjalan mundur
ataupun tenggelam ke masa lampau
Engkaulah busur tempat anakmu,
anak panah hidup, melesat pergi
( Kahlil Gibran )

Selasa, Mei 13, 2008

7 Mitos Tentang Anak Manja …… IMPORTANT!

Sebelum terlanjur mencap anak Anda anak yang manja, sebaiknya simak dulu mitos-mitos tentang anak manja dan penjelasan dari mitos-mitos tersebut.

Mitos 1 : Terlalu sering digendong akan membuat anak jadi manja. Kadang-kadang anak harus dibiarkan menangis.

Kenyataannya:

Bayi butuh digendong, bila perlu sesering Anda bisa. Bayi menangis karena mereka lapar, sakit, buang air kecil, atau karena ingin diperhatikan.

Mitos 2: Anak-anak tidak boleh memiliki perasaan bahwa mereka selalu bisa mendapatkan apa pun yang mereka inginkan.

Kenyataannya:

Diperlukan contoh yang efektif dari orang tua dalam mengajarkan anak-anak bahwa mereka tidak selalu bisa mendapatkan apa pun yang mereka inginkan. Misalnya jika anak ingin sesuatu, tanyakan padanya apa yang bisa dia lakukan untuk mendapatkan keinginan tersebut. Mereka akan belajar dan memahami, keinginan bisa terwujud jika berusaha.

Mitos 3: Memang ada anak yang manja dari “sono”nya.

Kenyataannya:

Tidak ada anak yang terlahir manja. Manja merupakan kesimpulan dan penilaian yang dibuat oleh orang terhadap pengamatan suatu perilaku.

Anak yang merengek dan baru diam sesudah orangtuanya mengabulkan permintaannya, bukan berarti mereka manja. Mereka hanya berusaha mendapatkan apa yang mereka inginkan dengan berperilaku “mengancam” agar permintaannya dikabulkan. Perilaku mereka inilah yang harus diarahkan dan diubah.

Mitos 4: Bagi sebagian anak, manja merupakan gambaran yang baik.

Kenyataannya:

Manja tidak pernah merupakan gambaran yang akurat bagi anak-anak. Jangan memberikan label manja pada anak. Bila Anda memberinya label manja, maka anak cenderung menjadi manja betulan.

Mitos 5 : Sangat penting untuk menegur anak bila mereka bersikap manja.

Kenyataannya:

Bila Anda menyebut si kecil manja, yang mereka dengar bukanlah manja melainkan sebagai manja yang merusak. Tanyakan pada diri Anda, perilaku yang mana yang membuat Anda menilai anak Anda manja? Bila anak Anda merengek meminta sesuatu, ajarkan anak Anda cara meminta dengan menggunakan bahasa yang baik.

Mitos 6: Anak-anak yang memiliki mainan yang berlimpah cenderung dimanja.

Kenyataannya:

Mitos tersebut tidak benar. Kita harus melihat bagaimana benda tersebut diperoleh, kegunaannya, dan bagaimana sikap anak tersebut terhadap benda-benda yang dimilikinya.

Mitos 7: Anak yang manja perlu diubah perilakunya.

Kenyataannya:

Yang perlu diubah adalah perilaku orang tuanya dalam menghadapi anak yang mengancam karena keinginannya tidak dikabulkan

Jumat, Mei 09, 2008

Mainan yang Tepat untuk Si Kecil

Mainan anak tidak perlu terlalu banyak, sebab akan merampas kesempatan mereka untuk sejenak memusatkan perhatian pada satu benda. Itu sebabnya sangat bijaksana bila mainan diberikan pada anak sesuai dengan kebutuhan si kecil dalam mengembangkan kemampuannya. Antara lain:

Usia

Jenis Mainan

13-15 bulan

Telepon mainan, cangkir dan alasnya, mainan yang bisa ditarik atau didorong-dorong.

16-18 bulan

Kotak pasir, alat main musik sederhana seperti tambur dan drum, balon tiup dan sabun.

19-21 bulan

Kuda-kudaan, boneka yang bisa dibongkar-pasang, bola karet, mainan untuk menggali, krayon ukuran besar, puzzle yang sederhana, tanah liat atau lilin.

22 - 24 bulan

Mainan masak-masakan, dokter-dokteran, mainan konstruksi (balok-balok), maianan yang bergerak seperti kereta api, truk, majalah tua, keranjang untuk main basket, puzzle jig saw, dsb.

2 - 3 tahun

Sepeda roda tiga, trampolin mini, boneka dengan kereta dorong dan botol susu serta pakaiannya, buku mewarnai, krayon, pinsil warna, alat musik seperti piano kecil, harmonika, pianika, alat main bulu tangkis atau tenis mainan, buku cerita, kolam renang tiup, seperangkat mainan alat pertanian, perang-perangan, proyek pembangunan gedung, dsb.


Cara tepat menyediakan mainan anak

Sediakan mainan sesuai umur dan tahapannya.
  • Pilih mainan yang aman, tidak terbuat dari bahan yang tajam, yang berbahaya, yang mengandung racun, tidak terlalu kecil, dsb.
  • Pilih mainan yang bisa dicuci untuk anak yang sedang suka menggigit-gigit, sehingga bisa selalu bersih.
  • Jangan keluarkan mainan sekaligus. Sediakan tempat khusus untuk menyimpan mainan. Simpan mainan yang sedang tidak digunakan. Bila anak terlihat bosan, simpan mainannya dulu, baru diganti dengan yang lain sehingga rumah tidak terlalu berantakan dan anak bisa leluasa mengamati mainan yang ada di depannya.

Sumber: Buklet Milna “Agar Si kecil Tumbuh Sehat dan Cerdas”

Kamis, Mei 08, 2008

Luangkan Waktumu untuk Anakkmu

Ini Bukan Cerita Sinetron!! Tapi Renungan Bagi Anda Yang Sudah Punya Anak

Seperti biasa Rudi, Kepala Cabang di sebuah perusahaan
swasta terkemuka dSeperti biasa Rudi, Kepala Cabang di sebuah perusahaan
swasta terkemuka di
Jakarta, tiba di rumahnya pada pukul 9 malam. Tidak
seperti biasanya, Imron,
putra pertamanya yang baru duduk di kelas dua SD yang
membukakan pintu. Ia
nampaknya sudah menunggu cukup lama.
"Kok, belum tidur?" sapa Rudi sambil mencium anaknya.
Biasanya, Imron memang
sudah lelap ketika ia pulang dan baru terjaga ketika
ia akan berangkat ke kantor
pagi hari. Sambil membuntuti sang ayah menuju ruang
keluarga, Imron menjawab,
"Aku nunggu Ayah pulang. Sebab aku mau tanya berapa
sih gaji Ayah?"
"Lho, tumben, kok nanya gaji Ayah? Mau minta uang
lagi, ya?"
"Ah, enggak. Pengen tahu aja."
"Oke. Kamu boleh hitung sendiri. Setiap hari Ayah
bekerja sekitar 10 jam, dan
dibayar Rp 400.000,-. Dan setiap bulan rata-rata
dihitung 25 hari kerja. Jadi,
gaji Ayah dalam satu bulan berapa, hayo?"
Imron berlari mengambil kertas dan pensilnya dari meja
belajar, sementara
ayahnya melepas sepatu dan menyalakan televisi. Ketika
Rudi beranjak menuju
kamar untuk berganti pakaian, Imron berlari
mengikutinya.
"Kalau satu hari ayah dibayar Rp 400.000,- untuk 10
jam, berarti satu jam ayah
digaji Rp 40.000,- dong," katanya.
"Wah, pinter kamu. Sudah, sekarang cuci kaki, bobok,"
perintah Rudi.
Tetapi Imron tak beranjak. Sambil menyaksikan ayahnya
berganti pakaian, Imron
kembali bertanya,
"Ayah, aku boleh pinjam uang Rp 5.000,- nggak?"
"Sudah, nggak usah macam-macam lagi. Buat apa minta
uang malam-malam begini?
Ayah capek. Dan mau mandi dulu. Tidurlah."
"Tapi, Ayah..." Kesabaran Rudi habis.
"Ayah bilang tidur!" hardiknya mengejutkan Imron. Anak
kecil itu pun berbalik
menuju kamarnya. Usai mandi, Rudi nampak menyesali
hardikannya. Ia pun menengok
Imron di kamar tidurnya. Anak kesayangannya itu belum
tidur. Imron didapatinya
sedang terisak-isak pelan sambil memegang uang Rp
15.000,- di tangannya.
Sambil berbaring dan mengelus kepala bocah kecil itu,
Rudi berkata,
"Maafkan Ayah, Nak. Ayah sayang sama Imron. Buat apa
sih minta uang malam-malam
begini? Kalau mau beli mainan, besok\' kan bisa.
Jangankan Rp 5.000,- lebih dari
itu pun ayah kasih."
"Ayah, aku nggak minta uang. Aku pinjam. Nanti aku
kembalikan kalau sudah
menabung lagi dari uang jajan selama minggu ini."
"Iya,iya, tapi buat apa?" tanya Rudi lembut.
"Aku menunggu Ayah dari jam 8. Aku mau ajak Ayah main
ular tangga. Tiga puluh
menit saja. Ibu sering bilang kalau waktu Ayah itu
sangat berharga. Jadi, aku
mau beli waktu ayah. Aku buka tabunganku, ada Rp
15.000,-. Tapi karena Ayah
bilang satu jam Ayah dibayar Rp 40.000,-, maka
setengah jam harus Rp 20.000,-.
Duit tabunganku kurang Rp 5.000,-. Makanya aku mau
pinjam dari Ayah," kata Imron polos.
Rudi terdiam. Ia kehilangan kata-kata. Dipeluknya
bocah kecil itu erat-erat,dan secara tak sadar air
mata menetes dari dirinya.
Saya tidak tahu apakah kisah di atas fiktif atau kisah
nyata. Tapi saya tahu kebanyakan anak-anak orang kantoran maupun
wirausahawan saat ini memang merindukan saat-saat bercengkerama dengan orang tua
mereka. Saat dimana mereka tidak merasa "disingkirkan" dan diserahkan
kepada suster, pembantu atau sopir. Mereka tidak butuh uang yang lebih banyak.
Mereka ingin lebih dari itu. Mereka hanya ingin merasakan sentuhan kasih-sayang Ayah dan
Ibunya. Semoga Bermanfaat, bagaimana bila anda pada posisi sebagai AYAH ???

Senin, April 14, 2008

Fase Pertumbuhan Balita

Orang tua harus memahami tahap-tahap perkembangan anak agar anak bisa tumbuh secara optimal. “Orang tua harus mau repot dan jangan segan memberikan penghargaan jika anak bisa melakukan tugas-tugas perkembangannya,” papar Feiby. Apa saja yang harus dilakukan orang tua?

  1. Cari informasi agar bisa lebih memahami perkembangan anak secara mendalam.
  2. Beri anak stimulasi yang cukup agar bisa berkembang optimal.
  3. Jangan terlalu overprotektif. Beri anak kesempatan. “Kalau memang ia harus jatuh, biarkan. Tentu ini harus didukung lingkungan yang aman. Boleh belajar naik sepeda, tapi tentu tidak di jalan raya yang ramai kendaraan misalnya.” Intinya, siapkan lingkungan yang mendukung bagi anak.
  4. Jangan bosan memberikan dukungan atau penghargaan, apa pun bentuknya, karena ini akan membuat anak merasa dihargai. Penghargaan bisa dengan pujian, belaian, pelukan, dan sebagainya.

Jumat, April 11, 2008

SUCCESS STORY (Google, Bukti Kekuatan Kesederhanaan Dan Integritas)

Dalam daftar orang terkaya di Amerika baru-baru ini, terselip dua nama yang cukup fenomenal. Masih muda, usianya baru di awal 30-an, namun kekayaannya mencapai miliaran dolar. Nama kedua orang itu adalah Larry Page dan Sergey Brin. Mereka adalah pendiri Google, situs pencari data di internet paling terkenal saat ini. Terlepas dari jumlah kekayaan mereka, ada beberapa hal yang perlu dicontoh dari kisah sukses mereka. Satu hal yang pertama, yang disebut Sergey Brin, yang kini menjabat sebagai Presiden Teknologi Google, yakni tentang kekuatan kesederhanaan. Menurutnya, simplicity web adalah hal yang disukai penjelajah internet. Dan, Google berhasil karena menggunakan filosofi tersebut, menghadirkan web yang bukan saja mudah untuk mencari informasi, namun juga menyenangkan orang. Kunci sukses kedua adalah integritas mereka dalam mewujudkan impiannya. Mereka rela drop out dari program doktor mereka di Stanford University untuk mengembangkan google. Mereka pun pada awalnya tidak mencari keuntungan dari proyek tersebut. Malah, kedua orang itu berangkat dari sebuah ide sederhana. Yakni, bagaimana membantu banyak orang untuk mempermudah mencari sumber informasi dan data di dunia maya. Mereka sangat yakin, ide mereka akan sangat berguna bagi banyak orang untuk mempermudah mencari data apa saja di internet. Kunci sukses lainnya yaitu mereka tidak melupakan jasa orang-orang yang mendukung kesuksesan mereka. Larry dan Sergey sangat memerhatikan kesejahteraan SDM di Google. Kantornya yang diberi nama Googleplex dinobatkan sebagai tempat bekerja terbaik di Amerika tahun 2007 oleh majalah Fortune. Di sana suasananya sangat kekeluargaan, ada makanan gratis tiga kali sehari, ada tempat perawatan bagi bayi ibu muda, bahkan sampai kursi pijat elektronik pun tersedia. Mereka sadar, di balik sukses inovasi yang dilakukan Google, ada banyak doktor matematika dan lulusan terbaik dari berbagai universitas yang membantu mereka.

Larry dan Sergey memang tak pernah menduga Google akan sesukses sekarang. Kedua orang yang terlahir dari keluarga ilmuwan – ayah Sergey adalah doktor matematika, sedangkan Larry adalah putra almarhum doktor pertama komputer di Amerika – ini memang hanya berangkat dari sebuah masalah sederhana. Mereka berusaha memecahkan masalah tersebut, dan berbagi dengan orang lain. Namun, justru dengan kesederhanaan dan integritas mereka, mampu membuat Google saat ini menjadi mesin pencari terdepan, dikunjungi lebih dari 300 juta orang perhari. Diterjemahkan dalam 88 bahasa dengan nilai saham mencapai lebih dari 500 dolar AS per lembar, membuat sebuah kesederhanaan menjelma menjadi kekuatan yang luar biasa.

Sebuah niat mulia, meski sesederhana apapun, jika dilandasi kerja keras dan integritas yang tinggi, akan menghasilkan sesuatu yang istimewa. Hal tersebut nampak dari contoh kisah sukses Larry Page dan Sergey Brin di atas. Google yang mereka dirikan terbukti telah membantu banyak orang untuk bisa mendapatkan apa saja dari internet. Dan kini, mereka pun mendapatkan imbalan yang bahkan tak diduga mereka sebelumnya. Kesuksesan sejati memang akan terasa saat kita bisa berbagi. Dan, Larry serta Sergey membuktikannya sendiri.
dari berbagai sumber (saya posting juga di andiku)

Anaku sebentarl lagi bisa berjalan..

Zalfa hari ini umurmu sudah 1 tahun lebih 1 bulan 4 hari, engkau sebentra lagi mau bisa jalan, asyik nih papa dan mama seneng, apalagi kakung, utie sama om dan tetet(tante) dan uyut.
kemarin siang ketika saya pulang dari kantor jam 14.30, istriku tercinta menyambutku dengan wajah berseri seri dan sambil membuatkan kopi (karena aku sebentar lagi mau kuliah sore jam 16.00) "Pa, tadi Za sudah berjalan 2 langkah tapi nggak jadi, masih takut kayanya sih". senang sekali hati ini mendengar perkembangan anakku yang semakin hari semakin pintar, memang dibanding temannya zalfa termasuk bongsor untuk anak umur 1 tahun, banyak mengira anakku usianya sudah 2 tahun ketika pertama melihatnya, dan mereka tidak percaya kalau anakku baru 1 tahun. pertumbuhan badanya yang diatas rata2 bukan saja dari aktor keturunan orang tuanya, saya tinggi 176 cm istri 168 cm (diatas rata2 orang indonesia), namun juga dari faktor nutrisi selama Zalfa masih dalam kandungan yang diberi nutrisi bergizi dan selalu cek kondisi kehamilan. bahkan sebelum janin ada kita juga harus selalu memberi nutrisi lahir dan bathin (selalu berdoa) agar kelak nanti anak kita menjadi generasi penerus bangsa yang berkualitas dan kompeten tentunya. Imunisasi bayi yang teratur dan juga selalu menuruti petunjuk bidan dan dokter. yang menarik dari Zalfa adalah sampai saat ini makanan yang paling digemari adalah ASI mamanya. semenjak lahir sampai umur 5 bulan makanan pokok anakku adalah ASI dan tentunya asupan gizi mamanya juga harus diberi porsi lebih. makanan pokok zalfa semula adalah makanan instan bayi yang dijual umum, namun selalu saja kami selalu merasa zalfa cepat bosan denmgan menu yang tidak segar tersebut, yang mengandung pengawet atau penyedap buatan. kemudian kami siasati dengan memberikan makana fresh nasi tim dengan sayur dan lauk pauk lainnya atau dengan buah. memang sekarang menjadi semacam kegemaran bagi anakku, ketika anakku panas pertolongan pertama yang akan diberikan padanya adalah dengan pemberian ASI. setelah diberi ASI anakku akan berkeringat yang tentunya bermanfaat untuk mengeluarkan panas tubuh. Sebagai orang tua tentunya kami akan memberikan yang terbaik untuk putri kami, sering kami berikan susu formula atau makanan bayi instan (seperti di iklan TV) namun porsi menikmati susu atau makanan itu tidak sama ketika Zalfa menyusui atau makan makanan tim segar (buah, sayuran dan makanan lainnya). semakin hari zalfa membuat kami semakin pintar dalam mengurusnya, misalnya saja bila zalfa bosan dengan menu ini maka mama akan menyiasati menu alternatif lainnya. pernah kejadian suatu hari mama zalfa masak untuk sarapan salfa dengan menu telor orak arik, za hanya makan 3 suapan, kemudian mama masak sayur bening segar, hanya 3 suapan saja zalfa makan. akhirnya mama masak lagi nasi tim ati ayam dan sayur dan ternyata menu terakhir ini yang zalfa habiskan. mamang mendidik anak diperlukan kesabaran, keuletan, konsentrasi dan kreatifitas berfikir. demikian mungkin pengalaman kami dengan Zalfa, karena zalfa anak pinter maka ia ingin orangtuanya kreatif (mungkin ini yang ada di benak zalfa, walahu 'alam).